Ketoprak “Kebo Marcuwet mBalelo”

Syahdan Sang Pramudya Wardani merupakan ratu dari kerajaan Majapahit dan pada masa itu kerajaan dalam masa masa transisi, banyaknya pemberontakan terutama pemberontakan dari Kadipaten Blambangan yang telah dikuasai seorang mantan Perampok bergelar Kebo Marcuwet dan duduk sebagai raja kecil di Blambangan. Kesaktian sang Adipati Blambangan ini konon tiada yang dapat menandinginya. Sosok inilah yang meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara kerajaan Majapahit, dikarenakan kondisi Majapahit saat itu telah banyak ponggawa ponggawa kerajaan yang terbius akan ketamakan. Bulubekti (Pajak) yang dipungut dari rakyat tidak maksimal masuk ke kas negara, Sedang pajak yang telah masukpun banyak yang digunakan tidak semestinya dan kondisi ini diketahui oleh Adipati Blambangan.

Melihat kondisi ini banyak orang orang nasionalis yang memberi nasihat pada Ratu dan keluarlah maklumat ,” Barang siapa bisa mengalahkan dan membawa kepala Kebo Marcuwet maka jika laki laki akan dinikahinya, jika perempuan akan diangkat saudara oleh Ratu.”

Banyaklah para pemuda, pendekar yang mencoba menumpas,membunuh Kebo Marcuwet akan tetapi semuanya pulang tinggal nama, kabar ini menggelisahkan sang ratu. Suatu pagi di dalam pisowanan agung menghadaplah seorang pemuda bernama Ajingga. Pemuda itu gagah,Tampan, murid seorang pertapa dari Padepokan Cakra Surya di Gunung Lawu. Alkisah Ajingga pun berangkat ke Blambangan dan bertarung dengan Kebo Marcuet, pertarungan yang hebat antar keduanya, konon katanya pertarungan itu memakan waktu 7 hari 7 malam dan Kebo Marcuwetpun bisa dibinasakan. Akan tetapi keadaan Ajingga sangatlah mengenaskan ,tubuhnya banyak terluka. Wajahnya yang ganteng, tampan telah sirna beberapa tubuhnya telah cacat dan jalannya pun telah pincang setelah sembuh karena diobati oleh gurunya.

Setelah sembuh Ajingga menghadap Sang ratu dan menagih janji . Akan tetapi apa yang terjadi setelah dia tiba di keraton Majapahit. Sang ratu menolak karena Ajingga telah berubah menjadi sosok yang menyeramkan,muka yang telah hancur, kaki yang telah cacat. (he he he ternyata sama saja dari dulu hingga sekarang, pengorbanan para pahlawan banyak yang disia siakan). Ajingga diusir dari kerajaan Majapahit dan iapun pergi ke Blambangan, daerah yang telah ditaklukkannya. Bergelarlah ia menjadi Adipati Menak Jinggo bertahta di Blambangan dan Ajinggapun meneruskan tradisi Kebo Marcuet, Memberontak pada Kerajaan. Walau akhirnya ia dapat dikalahkan oleh Damarwulan dengan tipuan. Akan tetapi itulah politik segala cara ditempuh,segala jalan diambil entah itu jalan putih, hitam ataupun abu abu.

Silahkan nikmati dan undhuh MP3 Ketoprak Wahyu Manggolo “Kebo Marcuwet mBalelo” disini.

Kebo Marcuet mBalelo 01.mp3
Kebo Marcuet mBalelo 02.mp3
Kebo Marcuet mBalelo 03.mp3
Kebo Marcuet mBalelo 04.mp3
Kebo Marcuet mBalelo 05.mp3
Kebo Marcuet mBalelo 06.mp3

About these ads

Tentang admin

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Tulisan ini dipublikasikan di MP3 Ketoprak dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ketoprak “Kebo Marcuwet mBalelo”

  1. arjuno wurung berkata:

    Mtr sembah nwn kang :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s