Dialèk Pantai Utara Timur

Dialek Pantai Utara Timur Jawa Tengah adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang sering disebut dialek Muria karena dituturkan di wilayah sekitar kaki gunung Muria, yang meliputi wilayah Jepara, Kudus, Pati, Blora, Rembang.

Ciri khas dialek ini adalah digunakannya akhiran – êm atau –nêm (dengan ê pepet) menggantikan akhiran -mu dalam bahasa Jawa untuk menyatakan kata ganti posesif orang kedua tunggal. Akhiran –êm dipakai jika kata berakhiran huruf konsonan, sementara –nêm dipakai jika kata berakhiran vokal. Misalnya kata kathok yang berarti celana menjadi kathokêm, klambi yang berarti baju menjadi klambinêm, dan sebagainya.

Ciri lainnya adalah sering digunakannya partikel “èh“, atau “lèh“dengan vokal è diucapkan panjang, dalam percakapan untuk menggantikan partikel bahasa Jawa “ta“. Misalnya, untuk menyatakan: “Ini bukumu, kan?”, orang Muria berkata: “Iki bukunêm, èh?”(Bahasa Jawa standar: “Iki bukumu, ta?”). Contoh lain :”Jangan begitu, dong!”, lebih banyak diucapkan “Aja ngono, lèh!” daripada “Aja ngono, ta!”

Beberapa kosakata khas yang tidak dipakai dalam dialek Jawa yang lain antara lain :

  • lamuk/jéngklong” berarti “nyamuk” (Bahasa Jawa standar: nyamuk atau lemut)
  • mblêdèh/mblojét” berarti “telanjang dada” (Bahasa Jawa standar: ngliga)
  • wong bènto” berarti orang gila” (Bahasa Jawa standar: wong èdan)
  • pèt” berarti “pipa atau air ledeng” (Bahasa Jawa standar : lèdêng)
  • nèkêr” berarti “kelereng” (Bahasa Jawa standar: sêtin)
  • jêngên” berarti “nama” (Bahasa Jawa standar: jênêng)
  • cêblok” berarti “jatuh” (Bahasa Jawa standar: tiba)
  • digudak” berarti “dikêjar” (Bahasa Jawa standar: dioyak)
  • luru” berarti “cari” (Bahasa Jawa Standar: golèk)

Sumber :  Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Tentang admin

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pos ini dipublikasikan di Umum dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Dialèk Pantai Utara Timur

  1. gayoe berkata:

    wah, saya baru sadar dari list kosakata diatas, banyak yang saya pakai sebagai orang surabaya…hehehe…

  2. jaenuri berkata:

    pantesan…baru sadar aku pak….
    ketika aku ngobrol ma orang dari daerah lain mereka gak ngerti…wakakkaka…

  3. binta gunawan berkata:

    itu ciri khas, yang harus di lestarikan_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s