Film Soerabaia 45

Cerita dibangun sejak Republik Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 melalui telegrap yang diterima Kantor Domei Soerabaia pada dini hari hingga Soerabaia dibumi – hanguskan, yang terkenal dengan Peristiwa 10 November 1945.

208 Scene (Adekan) yang ditulis oleh Gatut Kusumo tidak semuanya dapat diangkat ke layar perak. Gunting Janis Badar harus memilah dan memilih untuk memenuhi rentang waktu 115 menit. Itu pun sebetulnya masih terlalu panjang. Biasanya film lain hanya membutuhkan waktu 90 sampai dengan 100 menit. Bisa juga dipaksakan lebih, namun mempunyai resiko tinggi pada peredaran. Kalau ada gedung bioskop yang menyunting sendiri akan lebih fatal akibatnya.

Mengingat film ini mempunyai kandungan sejarah, maka garis merah tokoh fiktif yang dihadirkan guna menjalin cerita harus rela menyisih dan memberi jalan pada informasi sejarah itu sendiri. Kendati adekan Pertiwi (Nyoman Swandayani) melahirkan, boleh berarti simbolik dari kelahiran Republik Indonesia.

Kelebihan film ini mempunyai warna lokal yang jelas, tidak terseret arus berkiblat pada Jakarta sebagaimana film nasional lain. Warna lokal dibangun tidak hanya dalam dialog yang Suroboyoan saja, tapi perangkat lain juga dapat dimunculkan, misalnya Bekupon (rumah burung dara) yang khas Suroboyo, Dam Jagir, dan kidungan Jula-juli, yang dimanfaatkan sangat manis untuk mengiringi sub-title maupun dalam adekan.

Film Soerabaia 45 memang banyak mengambil materi dari buku Peristiwa 10 November 1945 yang diterbitkan Pemda Tingkat I Propinsi Jawa Timur yang diprakarsai oleh almarhum Bapak Blegoh Soemarto, mantan Ketua DPRD Tingkat I Jawa Timur.

Tokoh-tokoh sejarah yang berperan dalam peristiwa itu ditampilkan lengkap. Dari mulai Bung Tomo (Leo Kristi); Drg. Moestopo (Soetanto Soepiadhy, SH.); Soengkono (Jill P. Kalaran); M. Yasin (Djoko P.); Roeslan Abdoelgani (Saiku Arifin); Doel Arnowo (M. Yuwono). Sementara tokoh putri Lukitaningsih (Dita Agustina); dan Bu Dar Mortir (Tuti Koesnan). Pemeran tokoh di atas dibawakan arek-arek Suroboyo sendiri, kecuali peran Bung Karno dan Bung Hatta yang diperankan oleh Nurhuda dan H. Djamaludin dari Bandung dan Jakarta.

Dari deretan tokoh fiktif, Amirin (Masadji Paramatma) yang mempunyai jati diri. Sementara itu kelompok remaja lain, misalnya Kamdi (Jacok H.) yang badung; Sofyan (Halim Faus) sedikit emosional. Dan tiga sekawan lain, Bambang (Ipam Nugroho); Aryono (Tatok); dan Kunto (Iskandar Z.) mewakili remaja yang lugu.

Produser film Soerabaia 45, Jeffry Hassan, usai preview di Sinepleks Mitra mengatakan, bahwa film ini akan dipasarkan juga ke luar negeri. Sampai saat ini, baru dua negara yang sudah mengirim jawaban positif, yaitu Inggris dan Belanda. Itulah sebabnya jauh-jauh sebelumnya, ia mengharapkan kepada penulis skenario untuk membuat film ini memakai beragam bahasa sesuai asal-muasalnya. Dai Nippon harus berbahasa Jepang. Yang Eropa memakai bahasanya, dan yang Surabaya juga pakai bahasa kampungnya. Konsep itu tidak lantas berjalan mulus, lantaran bahasa itu berkembang. Tatkala shooting akan diawali, bahasa Jepang yang dipakai harus bahasa Jepang yang sekarang. Kasus film Budak Nafsu adalah pelajaran berharga bagi kita. Bahasa Jepang yang dipakai dalam film itu sudah tidak dipahami oleh orang Jepang pada abad XXI ini. Akhirnya, diambil jalan tengah, bahasa Jepang yang dipakai memang bahasa Jepang yang sekarang, tapi aksentuasi yang dipakai tetap aksentuasi bahasa Jepang tempo doeloe.

Berikut link downloadnya :
Film SOERABAIA_45 part 001
Film SOERABAIA_45 part 002
Film SOERABAIA_45 part 003
Film SOERABAIA_45 part 004
Film SOERABAIA_45 part 005
Film SOERABAIA_45 part 006
Film SOERABAIA_45 part 007
Film SOERABAIA_45 part 008
Film SOERABAIA_45 part 009
Film SOERABAIA_45 part 010
Film SOERABAIA_45 part 011
Film SOERABAIA_45 part 012
Film SOERABAIA_45 part 013

Tentang admin

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pos ini dipublikasikan di Film Dokumenter dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s