7. PERKAWINAN YANG GAGAL

Dalang Sapanyana, sangat terkenal dengan sebutan dalang ajaib. Setiap mengadakan pagelaran, pasti banyak mengundang perhatian banyak penonton. Cerita yang disajikan sangat dikuasai dan menarik. Olah derak wayang atau sabetan juga menakjubkan.

Yang dikatakan ajaib pada diri Ki Dalang adalah ketika mengadakan pergelaran, Sang Dalang tidak pernah terlihat membawa segala perabot termasuk seperangkat gamelan. Ki Dalang Sapanyana selalu diiringi dua pesinden cantik yang masih bersaudara yaitu Ambarwati dan Ambarsari.

Keahlian dan keajaiban Ki Dalang Sapanyana, diperoleh setelah dia berguru dan bertapa cukup lama di Gunung Merbabu. Dengan melalui godaan aneka dan rintangan gaib yang teramat berat, akhirnya cita-citanya berhasil.

Siapa saja yang pernah menyaksikan pergelaran wayang Ki Dalang Sapanyana pasti akan terpukau dan terpesona. Seperti tengah menyaksikan adegan hidup yang benar-benar nyata. Terkesan sangat apik   dan yang menonton tak ingin beranjak sebelum pergelaran berakhir. Baca Selengkapnya ….

Iklan
Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , , , | 6 Komentar

6. SONDONG MAKERTI – MAJERUK

Sondong Makerti dan Sondong Majeruk, keduanya adalah ahli perang yang sangat disegani. Ketika masih muda pemah menimba ilmu pada guru yang sama atau disebut tunggal seperguruan. Mereka berdua ibarat saudara kembar. Apabila menyatu antara Makerti dan Majeruk akan memunculkan kesaktian yang luar biasa sehingga sulit ditandingi.

Setelah keduanya dinyatakan lulus dalam menuntut ilmu,  sang guru berpesan bahwa Sondong Majeruk boleh menghisap candu namun tidak boieh memiliki isteri lebih dari satu dan Sondong Makerti boleh memiliki istri lebih dari satu namun tidak boleh menghisap candu. Apabila pesan tersebut dilanggar maka ilmu kesaktian yang sudah dimlliki akan luntur  dan hilang sama sekali. Sang guru memberi amanat terhadap kedua muridnya untuk bisa menjadi manusia yang berguna dengan syarat hati harus selalu bersih.

Sondong Makerti menetap di Wedari wilayah Majasemi Kadipaten Carangsoka. Makerti terpilih menjadi prajurit handal dan diberi kepercayaan menjaga keamanan di wilayah Majasemi.  Setiap ada persoalan gangguan keamanan, Makerti yang bertanggung jawab. Mulai dari pencurian, perampokan, pembunuhan, dan perselisihan antar daerah. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , , | 8 Komentar

5. KERIS RAMBUT PINUTUNG DAN KULUK KANIGARA

Raden Sukmayana adalah penguasa wilayah Majasemi, yang masih adik ipar Adipati Puspahandungjaya penguasa Kadipaten Carangsoka. Hubungan Carangsoka dengan Majasemi terjalin erat sehingga kedua wilayah tersebut rakyarnya hidup rukun dan damai sehingga kedua wilayah tersebut rakyatnya merasa aman dan tentram.

Oleh rakyaknya, Raden Sukmayana diakui bukan hanya sebagai pejabat besar tetapi sangat dihormati sebagai seorang adipati. Raden Sukmayana memiliki wajah yang cerah, berkulit kuning bersih, dan sorot mata yang tajam. Sikap dan perilaku  sehari-hari tidak memberikan kesan yang kasar melainkan penuh wibawa. Raden Sukmayana tidak membedakan antara yang kaya  dan yang miskin.

Dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan tidak arogan dan sangat terbuka. Semua aspirasi rakyatnya selalu didengar dan diperhatikan. Raden Sukmayana sadar tanpa dukungan rakyat, sebenarnya bukan apa-apa. Tidak jarang berkeliling untuk mengunjungi sampai  peiosok ke pedesaan sehingga antara pimpinan dengan yang dipimpin terjalin hubungan  erat. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , , | Meninggalkan komentar

4. YUYURUMPUNG

Yuyurumpung adalah penguasa Kapanewon Kemaguhan, tokoh andalan tamtama Kadipaten Paranggaruda. Yuyurumpung mempunyai bentuk tubuh kekar dan berwajah seram, serta perilakunya kasar.  Yuyurumpung bila melihat wanita cantik, dalam hatinya masih ingin memilikinya.  Padahal, istri serimya sudah sembilan orang.

Sebagai penguasa di Kemaguhan wilayah Rembang, Yuyurumpung memerintah dengan tangan besi dan tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Semua lurah di wilayah Kemaguhan tunduk dan patuh setiap ada tugas dari Yuyurumpung. Semua tugas dijaiani bukan karena rasa tanggungjawab melainkan karena terpaksa dan takut.

Untuk melaksanakan tugas dariAdipati Yudapati yaitu mencari seperangkat gamelan yang bisa berbunyi sendiri, Yuyurumpung mengadakan sidang iurah. Hadir dalam persidangan adalah hampir semua lurah sewilayah Kapanewon Kemaguhan. Hanya satu orang yang tidak datang yaitu Kudasuwengi, lurah dari Desa Jembangan. Yuyurumpung marah. Ketidakhadiran Kudasuwengi ditanyakan kepada yang hadir tetapi hampir semua tidak tahu, Hanya ada beberapa menjawab Lurah yang pernah melihat para istri selir Yuyurumpung berada di rumah Kudasuwengi. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , | Meninggalkan komentar

3. PANGERAN JOSARI

Pangeran Josari adalah anak tunggai Adipati Yudapati, penguasa Kadipaten Paranggaruda. Adipati Yudapati termasuk penguasa yang sangat disegani oleh para kawula negeri dan seiuruh rakyat di kadipaten Paranggaruda. Tanah dan wilayah Paranggaruda meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pengunungan Kendeng Utara yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan.

Untuk melancarkan tugas-tugas pemerintahan Adipati Yudapati dibantu oleh para Punggawa  Kadrp aten P aranggaruda yaitu : Singapati sebagai patih, Yuyurumpung penguasa wiiayah Kemaguhan, Ki Singabangsa di Kedalon, Ki Gagakpati di  Tlogomojo, Ki  Dandangwiring,  Ki Kudasuwengi di Jembangan, dan Ki Sondong Majeruk. Mereka adaiah tokoh prajurit handal di Kadipaten Paranggaruda.

Adipati Yudapati menaruh harapan besar kepada putra satu-satunya yaitu Pangeran Josari sebagai  calon penggantinya sebagai penerus penguasa  Kadipaten Paranggaruda. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , | Meninggalkan komentar

2. DEWI RAYUNGWULAN

Beberapa abad yang silam, di sekitar Gunung Muria bagian tenggara berdiri sebuah kadipaten. Tepatnya di daerah JawaTengah di sekitar kota Pati sekarang. Nama kadipaten itu adalah Carangsoka. Daerahtrya subur makmur, rakyat hidup dan bahagia dan sejahtera. Tanah dan wilayah Carangsoka meliputi sungai Juwana sampai pantai Jawa Tengah bagian utara  timur.

Adapun yang menduduki tahta adalah Raden Puspahandungjaya,  yang seorang adipati arif dan bijaksana, sehingga sangat dicinta segenap rakyatnya. Adipati Puspahandungjaya mempunyai istri seorang wanita yang ayu patuh anggun,  penuh setia dan serta bakti kepada sang suami,  yang dikenal sebagai Sang Prameswari.

Dalam menjalankan roda pemerintahan Adipati Puspahandungjaya didukung  para oleh  punggawa Kadipaten Carangsoka. Mereka secara sungguh-sungguh  bekerja  penuh tanggung jawab, disiplin, dan  penuh kejujuran. Para punggawa Kadipaten Carangsoka adalah : Ki Ageng Singapadu di Desa Nguren   sebagai patih merangkap jaksa, Raden Sukmayana sebagai penguasa wilayah Majasemi, Kembangjaya di Bantengan Trangkil sebagai ahli  perang siasat yang sangat disegani, Sondong Makerti di Wedarijaksa merupakan prajurit yang ahli beladiri, dan Singanyidra  adalah prajurit pilihan Kadipaten Carangsoka. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , | Meninggalkan komentar

1 . KADIPATEN CARANGSOKA – PARANGGARUDA

Sekitar abad ke VIII daerah Muria masih terpisah dengan Pulau Jawa. Di daerah tersebut ada sebuah gunung yang dinamakan Gunung Muria. Daratan pulau Muria dengan daratan Pulau Jawa dipisahkan oleh selat Muria.

Daerah Pati terletak di bagian wilayah di bagran tenggara Gunung Muria.  Beberapa abad kemudian selat Muria lambat laun menjadi daratan karena  adanya pendangkalan oleh endapan lumpur  serta penyempitan  pantai sehingga Pulau Muria meryadi satu daratan dengan Pulau Jawa. Akibat penyempitan maka selat Muria berubah menjadi Bengawan Silugangga atau Sungai Juwana karena bermuara di daerah Juwana.

Wilayah Pati utara dan Pati  selatan dipisahkan oleh Sungai Juwana. Wilayah Pati utara usianya lebih tua jika dibandingkan dengan wilayah Pati seiatan. Di wilayah utara jauh dari   Sungai Juwana pernah berdiri kerajaan  yaitu besar Kerajaan Kalingga yang dipimpin oleh Ratu Shima. Baca Selengkapnya ….

Dipublikasi di Sejarah Pati | Tag , , , , | 9 Komentar